Saturday, 12 March 2011

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal sebagai Bentuk Diversifikasi Pangan untuk Mengatasi Situasi Kelangkaan Pangan

,
SEBELUM KE ESSAI >>>>>>>>http://www.emocutez.com

Ini essai yang gue tulis pas gue ikut lomba essai di kampus gue, ini lomba pertama yang gue ikutin selama gue kuliah dan hasilnya : gue menang GUE GG MENANGhttp://www.emocutez.com, tapi gue merasa cukup puas. Gue akui, gue gg begitu siap buat nulisnya, gue ngerjain H-2 sebelum dikumpulin, yahh, jadi wajar gue gg menang. Tapi palingg gg, karna mau ikut essai ini, gue jadi baca artikel2 soal diversifikasi pangan. Gue juga dapat tiket gratis buat ikutin SG yang pembicaranya adalah si Pak Wakil Menteri Pertanian (Bayu Krisnamurti) *peserta lomba emang jd gretongan :p.
Satu lagi, setiap essai yang dibikin gue ama peserta yang lain jadinya dibukukan dan si pak Bayu minta dicetak 500 buku buat di sebarin keseluruh Indonesia.
Well,otomatis ada essai dan nama gue disana.
Bahagianya, haha :Dhttp://www.emocutez.com

semoga essai gue banyak yang baca dan bermanfaat :)

Here it is :


Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal sebagai Bentuk Diversifikasi Pangan untuk Mengatasi Situasi Kelangkaan Pangan

Istilah diversifikasi pangan , tidak asing lagi bagi mahasiswa pertanian ataupun masyarakat yang berkecimpung dalam dunia pertanian. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak memahami tentang diversifikasi. Untuk itu perlu dilakukan pengenalan akan diversifikasi pangan dan pengaruh besar bila dilaksanakannya diversifikasi pangan.
Secara popular, diversifikasi pangan itu merupakan penganekaragaman pangan dalam usaha untuk menghindari ketergantungan pada satu jenis pangan, sedangkan Kasryno et al. (1993) memandang diversifikasi pangan sebagai upaya yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan pertanian di bidang pangan dan perbaikan gizi masyarakat, yang mencakup aspek produksi, konsumsi, pemasaran, dan distribusi. Merujuk pada pengertian ini maka dapat kita ketahui bahwa diversifikasi pangan perlu dilakukan dalam usaha penyediaan jenis pangan yang lain agar ketergantungan pada satu jenis pangan dapat diatasi, perbaikan gizi masyarakat dapat ditingkatkan dan ketahanan nasional dapat tercapai, dan bila dalam situasi Negara yang sedang bergantung pada satu jenis pangan saja tanpa melakukan diversifikasi pangan, maka kelangkaan pangan akan melanda Negara tersebut. Sama halnya seperti Negara kita, Indonesia.
Selama ini yang terjadi pada sistem ketahanan pangan negara kita adalah masih rendahnya tingkat diversifikasi pangan .Padahal dalam konsep ketahanan pangan, diversifikasi pangan merupakan salah satu cara ampuh untuk mencapai ketahanan pangan yang otomatis juga akan menghapuskan kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan.
Ketergantungan terhadap beras menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor beras dan variasi produk-produk makanan di Indonesia tidak berkembang . Ketergantungan pada beras juga menjadikan bahan makanan pokok lain jarang dikonsumsi padahal ketersediannya cukup banyak dan gizi yang dikandung juga tidak berbeda jauh. Kenyataan menunjukkan bahwa produksi dan distribusi beras saat ini sering tersendat , baik karena terjadinya gagal panen, ataupun menipisnya devisa Negara untuk mengimpor beras, ataupun minimnya stok beras di pasaran internasional, sedangkan mayoritas masyarakat kita masih bergantung pada beras sebagai sumber pangan utama. Hal ini membuktikan belum tercapainya ketahanan pangan Negara kita yang bila semakin lama dibiarkan tidak akan menutup kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan. Melihat kenyataan saat ini, pelaksanaan diversifikasi pangan merupakan langkah yang cermat dan tepat. Bukan mengabaikan usaha atau kebijakan lainnya, namun sebagai contoh, program seperti ekstensifikasi dan intensifikasi kurang efisien dibandingkan dengan pelaksanaan diversifikasi. Program tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan pelaksanaan diversifikasi. Sementara masalah yang akan memicu kelagkaan pangan ini harus segera diatasi. Selain masalah waktu, pelaksanaan diversifikasi akan mendorong masyarakat apalagi petani menjadi lebih kreatif, mereka bisa memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jenis tanaman lainnya yang juga mampu sebagai makanan pokok selain padi, yaitu seperti jagung,kentang, ubi dan yang lainnya,. Jenis makanan ini juga salah satu jenis makanan yang sebenarnya tdak baru lagi di kawasan daerah mereka. Nilai tambah lainnya adalah pamor pangan lokal disetiap daerah juga akan naik.
Lebih cermat, dilihat dari potensi sumberdaya lokal wilayah-wilayah di Indonesia, sumberdaya alam setiap daerah kita memiliki potensi ketersediaan pangan yang beranekaragam. Wilayah Madura dan Nusa Tenggara memiliki jagung, Sumatera memiliki ubi, Maluku dan Papua juga memiliki sagu. Hal yang tragis sekali bila kita tidak memanfaatkan keragaman makanan ini. Akan sangat disayangkan bila kita menyianyiakan potensi emas ini dan membiarkan Negara kita tetap tidak mencapai keberhasilan dalam ketahanan pangan dan bahkan membiarkan Negara kita menderita kelangkaan pangan. Dalam kenyataanya, ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting dan rawan. Pangan adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak azasi manusia. selain itu ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional, saat ketahanan pangan rapuh, kelangkaan pangan akan melanda negeri kita dan ketahanan nasional juga pasti hancur.
Undang-undang nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan merumuskan bahwa perwujudan ketersediaan pangan bagi seluruh rurnah tangga, dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta terjangkau oleh setiap individu merupakan usaha dalam pencapaian ketahanan pangan. 
Pencapaian ketahanan pangan tersebut akan sejalan dengan terhindarnya kelangkaan pangan dan akan segera mewujudkan ketahanan nasional. Sangat mempengaruhi sekali,untuk itu diperlukan suatu kebijakan yang benar- benar tepat dalam usaha pencapaian ketahanan pangan Indonesia, dan pilihan dilakukannya diversifikasi pangan dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal disetiap daerah merupakan satu pilihan terbaik dan tercermat. Cukup sulit memang dalam pelaksanaanya. Pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian teah ditinggalkan masyarakat, banyak pandangan yang mengatakan bahwa makan akan dianggap benar–benar makan hanya jika telah memakan nasi, selain itu maraknya pandangan yang mengglobal bahwa keluarga yang mengkonsumsi jagung ataupun umbi-umbian merupakan keluarga yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, bahkan jenis jagung dan umbi – umbian dianggap hanya sebagai makanan camilan. Maraknya mie instan juga menjadi salah satu penghambat. Perlu peningkatan kesadaran dalam masyarakat tentang salahnya pandangan tersebut,  juga perlu memberikan pemahaman tentang tidak sebandingnya gizi yang terkandung dalam pangan lokal bila dibandingkan dengan mie instan.
Bila diamati dengan lebih teliti ,Negara kita sangat membutuhkan dilaksanakannya pemanfaatan kearifan lokal sebagai bentuk diversifikasi pangan sebagai usaha menghindari kelangkaan pangan. Pelaksanaannya akan mendorong peningkatan potensi sumberdaya alam lokal Indonesia, penurunan permintaan impor akan beras dan terpenuhinya permintaan pangan oleh setiap rumah tangga di Indonesia. Pangan lokal bukan harus menggantikan secara penuh peranan beras, namun mampu menjadi setidak-tidaknya pendamping beras untuk menjadi menu utama. Hal ini akan menjadi upaya tepat dalam mengatasi kelangkaan pangan yang lambat laun akan terjadi  bila tidak dilakukannya diversifikasi pangan.
Selain itu, dengan perencanaan pola konsumsi yang tidak tergantung pada satu jenis sumber pangan, masyarakat dapat menetapkan jenis pangan pilihan sendiri, dan membangkitkan ketahanan pangan keluarga masing-masing, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Konsumsi akan sumber pangan yang beragam tersebut juga akan mengakibatkan produk yang beragam. Penanaman akan jenis tanaman lain akan meningkat dan produksinya meningkat. Dengan demikian, jika suatu saat terjadi kemelut salah satu bahan pangan pokok (beras) kita tidak akan kerepotan, kita akan dapat menghindari tindakan eksploitasi ekonomi politik oleh Negara-negara pengekspor beras. Kita juga akan memiliki jenis pangan selain beras yang berarti kita tidak akan ketergantungan terhadap satu jenis pangan dan Negara kita tidak akan mengalami kelangkaan pangan.
http://www.emocutez.comhttp://www.emocutez.comhttp://www.emocutez.comhttp://www.emocutez.com





















0 komentar to “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal sebagai Bentuk Diversifikasi Pangan untuk Mengatasi Situasi Kelangkaan Pangan”

 

My Circle Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates