Friday, 27 May 2011

Kesaksian seorang temanku :D :D

,

Sekilas : Retreat Diaspora 46 :D
                Sempat berpikir untuk gg ikut acara rutin diaspora, yaitu “Retreat”..tapi bingung alasannya apa..Gag mungkin kan aku bilang gg mau ikut tanpa alas an yang jelas..Mmm dan aku memutuskan untuk sharing dengan teman diaspora 46 yang cukup dekat denganku. Setelah sharing dengan beberapa anggota diaspora 46 yang lain, ternyata ada juga yang gg mau ikut..Next,,aku masih bingung bgd harus ikut atau nggak. Aku sendiri gg tau apa tujuan dari retret itu *gimana mau tau klo kukas aja gg pernah datang dan aku aja gg tau ada kukas atau gg..hahahahaha..dulu aku memang orang yang jahat bgd.
                Aku memutuskan utuk tidak memusingkan masalah retreat ..yang pasti dalam benakku, klo temanku yang bilang gag mau ikut itu mendadak bilang ikut,mau gg mau aku ikut, dank lo dia bilang tetap gg mau ikut, asiikkk berarti aku punya teman untuk gg ikut acara itu “Retreat” (bergantung pada orang lain, aku takut klo cuma aku doing yang gg ikut retreat, hehe ).
                Asikkk beberapa minggu sebelum retreat temanku itu masih tetap gg mau ikut retreat,, aku dalam keadaan aman #pikirku. Namun entah kenapa,, saat aku mengikuti suatu kepanitiaan dan memilih divisi yang betul – betul tak terduga sebelumnya, dan harus melaksanakan tugas di pelayanan itu, aku merasakan sebuah pelayanan yang luar biasa..saat kita ditolak orang lain,,saat gg ada yang memandang pelayanan kita, saat kita merasa cape’ dan harus pura-pura tersenyum, saat kita kecewa namun harus tetap mengucapkan kata terimakasih, saat pengen marah ke orang lain tapi harus bertahan. Sungguh itu membuatku termenung. Apa sih yang menyebabkan aku mengeraskan hati untuk diaspora..apa? Klo memang aku gg mau masuk diaspora kenapa aku tetap memilih diaspora. Apa karena udah terlanjur janjian sama teman ‘Fascah Situmorang’?? Apa memang karena hatiku?? Apa karena aku memiliki kerinduan melayani orang-orang di desa?? Atau karena apa? Apa motivasiku dan apa yang menyebabkan aku masih mengeraskan hati?? Apa karena orang – orangnya yang membuatku gg nyaman?? Apa karena aku berpikir aku gg akan nyaman di diaspora? Apa karena komisi diaspora bukan komisi yang cocok untuk orang2 sepertiku?? Atau karena aku masih pengen satu komisi dengan kakakku??Apa sebenarnya alasannya??
                Aku bingung, saat aku membiarkan hatiku tenang, saat aku membiarkan orang –orang gg mengusik keputusanku.. saat aku membiarkan diri untuk tidak mengikuti keinginan dagingku..Dan yang pasti saat aku memutuskan untuk membiarkan Tuhan yang memilih apa yang terbaik untukku. Dan apa jawabannya..aku memutuskan untuk tetap bertahan di diaspora dan ikut retreat, yah walopun keinginan dagingku tetap memberontak.
                Saat aku ngobrol lagi dengan teman diasporaku yang gg mau ikut itu, ternyata dia tetap gg mau ikut. Walah2,aku gimana ya?? Aku kan Cuma nyaman sama dia aja di diaspora, klo dia gg ikut aku ngobrol sama siapa #pikirku (masih bergantung sama orang lain). Aku berusaha mencari cara supaya temanku itu ikut dan aku memutuskan untuk membuat dia merasa bersalah wkwkwkwk.  Aku bilang aja ke dia klo dia gg ikut retreat aku juga gg akan ikut..peduli amat..aku juga bilang ke kakak ingkat diaspora klo aku kagak bakal ikut klo temanku itu gg ikut..hehe #sebenenrnya cuma acting doing, eee ditanggapin ama mereka.
                Sebenernya sih aku bilang kayak gitu supaya dibantu ngbujuk temanku itu,, tau2nya aku kena ceramah juga, haha..mmmm..tapi lumayan juga sih klo temanku gg ikut, soalnya itu bias jadi alasan yang kuat supaya aku bias gg ikut >>plin.plan.
                Ternyata temanku itu memutuskan untuk ikut. Aku senang, aku punya teman wkwkwkwk. Namun pas hari Hnya, aku mendadak pengen berubah pikiran. Aku mendadak malas ikut. Pas aku sms teman dekatku di diaspora ternyata dia ikut trip dua. Walah2..nanti aku main dengan siapa??Pasti aku ngerasa gg nyaman bgd. Mendadak pengen pura2 sakit, tapi setelah dipikir2, kayak anak kecil bgd kelakuanku dan aku memutuskan untuk ikut trip 1 itu tanpa teman dekatku itu. Dan alhasil ternyata aku tetap merasa senang dang g tau kenapa aku merasa Diaspora bias jadi keluarga baruku.
                Pas retreat aku mendapatkan banyak hal baru, ough iya, pas retreat aku memutuskan untuk mengajak teman –teman Diaspora 46 yang cewek cewek untuk sharing bareng .#aku merasa kita belum saling kenal. Kami memutuskan untuk mengunci kamar.Jrengggg jrenggggg dan untuk pertama kalinya kita ngobrol bareng. Yahhhh walopun bukan mengenai pelayanan di diaspora (tapi tentang PH), tapi sharing kami itu cukup membuat aku merasa dekat dengan diaspora, hehe.
                Saat itu kami semua bias langsung terbuka. Selain itu pandangan burukku mengenai orang – orang di diaspora, keinginan daging yang harus tercapai (pokoke semua ha2 negatif) hilang seketika di retreat. Saya menyadari bahwa rasa bahagia, nyaman, senang dll yang pengen saya rasakan saat saya memiluh untuk masuk ke sebuah komunitas hanya bisa saya ciptakan sendiri. Klo saya terus mencari dimana kebahagiaan , dimana rasa nyaman itu, dimana semua yang saya inginkan itu, saya gg akan pernah mendapatkanya.Klo memang kita pengen nyaman, kita gg bisa menuntut orang lain ngasih rasa nyaman tanpa kita berusaha menciptakan rasa nyaman itu sendiri dalam diri kita #sebenernyasihcopas dan sedikit diubah wkwkwkwk
yahhhhh,saya gbs terus menjadi orang yang banyak karena masih banyak orang yang perlu diperhatikan..saya gag bisa terus menjadi orang yang terus terbuai dengan sesuatu yang sebebnarnya g perlu dipikirkan.. saya g bisa terus menjadi seperti anak kecil yang harus terus dibujuk, harus terus dirayu, saya gg boleh terus hidup di zona nyaman.
                Saat retreatlah  saya merasa banyak yang harus saya lakukan, saya gg bisa menjadi orang yang terus dipusingkan, trus didoakan, trus dibujuk. Saya bukan orang yang pantas untuk menerima perhatian itu #walopun saya adalah satu orang yang suka banget diperhatiin.
                Setelah retreatlah saya merasakan klo saya adalah anggota Diaspora secara sah.. Saya dipilih Tuhan secara luar biasa. Walopun saya sadar bahwa saya bukanlah orang yang pandai mengenai isi alkitab, saya juga orang yang belum memiliki karakter , sifat, kelakuan (walopun gg tau bedanya ap) yang dapat mencerminkan seorang pelayan secara pandangan manusia.. Tapi yang selalu menguatkan saat aku mau melayani Tuhan adalah ‘walopun jutaan orang menganggap saya gg layak,tapi saya pantas untuk melayaniNya. Kenapa?? Karena Dia melayakkanku untuk melayaniNya. Dia juga yang memampukanku untuk selalu melayaniNya.
                Aku pengen bgd apa yang aku rasakan mengenai pelayanan di diaspora dapat dirasakan oleh semua teman2 dan berharap bisa terus setia melayani di Diaspora. Saya mau menikmati pelayanan ini.
                                                                                  
With Love
Anggrevita Manalu - Madam Plan

0 komentar to “Kesaksian seorang temanku :D :D”

 

My Circle Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates